Sabtu, 21 September 2019
Kamis, 19 September 2019
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Konsep Pendidikan dan Pelatihan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0.
Assalamu'alaikum wr. wb.
Bagaimana kabarnya¿¿
Semoga semuanya selalu d berikan kesehatan jasmani maupun rohani nyaa ya dan selalu ada dalam lindungan Allah swt.
Dan yang hati nya sedang kurang baik semoga lekas membaik.Aamiin Allahumma Aaminn.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Konsep Pendidikan dan Pelatihan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0.
Suatu Suatuk, pekerjaan, bahkan manusia sekalipun dinilai dari kualitasnya dan menjadikan nilai jual yang amat tinggi ketika sesuatu itu dinilai kualitasnya sangat baik. Kualitas atau mutu adalah suatu pengukuran atau penilaian baik atau buruknya suatu hal tersebut.
Kualitas ini sangat penting untuk segala bidang baik dari suatu lembaga ,tenaga kerja dll. Di zaman sekarang kualitas sangat di utamakan apalagi ketika seseorang yang sudah melakukan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dia pasti akan mencari pekerjaan, maka dari itu kulitas kinerja benar-benar sangat di butuhkan , dimana kita juga harus mempunyai skill atau kemapuan yang dapat membuat kita untuk masuk pada suatu lembaga tersebut. Karena tidak mudah untuk bisa masuk pada suatu lembaga atau perusahaan jika kita tidak mempunyai skill yang kompeten. Maka dari itu kualitas sumber daya manusia khususnya masyarakat Indonesia harus lebih baik lagi. Mengingat dari penelitan World Bank (Bank Dunia) mencatat, indeks sumber daya manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia sebesar 0,53 atau peringkat ke-87 dari 157 negara. Berdasarkan laporan HCI Bank Dunia yang diluncurkan dalam Pertemuan Tahunan. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM melalui kesehatan dan pendidikan demi daya saing ekonomi yang akan datang.
SDM terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia. SDM pun menjadi faktor utama dalam segala aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang canggihpun tanpa adanya SDM tidak akan berarti apa-apa. Daya fikir itu sendiri yaitu kecerdasan yang dibawa dari lahir dan merupakan modal dasar bagi manusia untuk mengembangkan potensi yang dimilliki diri sendiri sehingga lahirlah skill (kecakapan) atau daya fisik yang diperoleh dari usaha (belajar/pendidikan, pelatihan). Adapun yang menjadi tolok ukur kecerdasannya yaitu IQ dan EQ.
Ketika diera modern ini pertumbuhan teknologi semakin pesat namun Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla selama empat tahun terakhir ini identik dengan program pembangunan infrastruktur, namun disisi lain presiden jokowi dodo dalam sejumlah kesempatan juga memastikan komitmen pemerintah untuk penguatan SDM. Seperti saat pidato di hadapan Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2018 lalu, Presiden mengingatkan akan pentingnya pembangunan SDM sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Pembangunan SDM, kata Presiden Jokowi, merupakan modal terbesar dan terkuat yang harus dimiliki Indonesia. Perhatian pemerintah dalam pembangunan SDM dimulai dengan peletakan sistem pendidikan yang menguatkan karakter anak didik. Simak saja keberadaan Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter bagi anak didik merupakan refleksi dari komitmen negara untuk menyiapkan pembangunan jiwa bagi anak didik sekolah.
Pendidikan di bagi menjadi tiga yaitu : pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan perguruan tinggi ), yang kedua yaitu pendidikan non formal ( kursus dll), yang ketiga yaitu pendidikan informal (pendidikan di dalam keluarga).
Yang akan di bahas dari ketiga pendidikan ini adalah pendidikan non formal. Pendidikan non formal adalah pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat di lakukan secara terstruktur dan berjenjang,fleksibel,berlangsung sepanjang hayat,dan tingkat kompetensi peserta didiknya dapat di setarakan dengan kompetensi pada pendidikan formal.
Pendidikan non formal mempunyai suatu perbedaan dengan pendidikan formal, UNESCO (1972) menjelaskan bahwa pendidikan non formal mempunyai keketatan dan keseragaman yang lebih longgar di banding dengan tingkat keketatan dan keseragaman pendidikan formal.pendidikan non formal memiliki bentuk dan isi program yang bervariasi,sedangkan pendidikan formal pada umumnya memiliki bentuk dan isi program yang seragam untuk setiap satuan,jenis,dan jenjang pendidikan.peserta didik ( warga yang belajar ) dalam program pendidikan non formal tidak memiliki persyaratan ketat sebagaimana persyaratan yang berlaku bagi peserta didik dari pendidikan formal.tanggung jawab dan pembiayaan pendidikan non formal dipikul oleh pihak yang berwenang beda-beda,baik pihak pemerintah,lembaga kemasyarakatan,maupun per orangan yang berminat untuk menyelenggarakan program pendidikan.di pihak lain,tanggung jawab pengelolaan program pendidikan formal pada umumnya berada pada pihak pemerintah dan lembaga yang khusus menyelenggarakan pendidikan persekolahan.dengan demikian,perbedaan antara kedua jalur pendidikan itu terdapat dalam berbagai segi ,baik sistem maupun penyelenggaraannya.
Sebanyak 57% pekerjaan saat ini akan tergerus oleh robot seiring berkembangnya revolusi industri 4.0, pemanfaaatan robot, atau artificial intelligence, atau kecerdasan buatan dalam proses produk manufaktur akan semakin lazim. Yang harus dilakukan milenial sekarang adalah menyesuaikan diri dengan perubahan.
Berdasarkan paparan laporan World Economic Forum (WEF) untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 seorang pekerja harus memiliki kemampuan yang tidak akan bisa dilakukan oleh mesin. Misalnya kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau kreatifitas. Softskill adalah kunci, World Economic Forum merilis 10 skills yang mutlak dibutuhkan para pekerja untuk menghadapi perubahan pada 2020 dan seterusnya terutama karena adanya Revolusi Industri 4.0. skills tersebut diantaranya : Pemecahan masalah yang komplek; berfikir kritis; kreatifitas; manajemen manusia; berkoordinasi dengan orang lain; kecerdasan emosional; penilaian dan pengambilan keputusan; berorientasi servis; negosiasi; dan fleksibilitas kognitif.
Menariknya, lebih dari setengah skills tersebut adalah merupakan soft skill. Artinya, soft skill menjadi salah satu faktor paling penting untuk dimiliki sumber daya manusia di masa depan. Untuk itu, generasi milenial yang lahir pada medius (1980-1999) harus mulai mengasah soft skill karena masa depan manufaktur Indonesia berada ditangan mereka. Lembaga pendidikan saat ini tidak hanya membekali anak didiknya dengan pengetahuan dan hard skill, tetapi juga harus mulai melakukan pengembangan soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sangan bersaingan ketat.
Revolusi industri kini menjadi menjadi perbincangan banyak pihak. Pemerintah, industri, dan perusahaan mengerahkan segala persiapan untuk menghadapinya. Revolusi Industri 4.0 adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia.
Era revolusi industri memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memenuhi tuntutan itu. Perbaikan dan pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan disetiap lembaga secara berkesinambungan perlu dilakukan sejalan dengan dinamika perkembangan revolusi industri 4.0.
Kualitas pendidikan sebagai tolok ukur kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia dilansir masih dibawah rata-rata. World Economic Forum (WEF) melansir laporan global Human Capital Report 2017 dengan mengkaji kualitas-kualitas sumber daya manusia di 130 negara melalui 4 indikator. Salah satu indicator yang menentikan adalah Deployment. Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) Indonesia berada pada peringkat 82 dunia dengan skor 61,6. World Economic Forum (WEF) menilai berdasarkan pada nilai-nilai penyerapan sumber daya manusia dan tingkat pengangguaran di berbagai jenjang umur cukup tinggi. Hal ini cukup menjadi permasalahan besar bagi Indonesia. Mengingat Indonesia mengalami kondisi bonus demografi saat ini dan pada tahun 2030 mendatang. Pada tahun tersebut usia produktif seseorang mendominasi populasi indonsia tanpa diimbangi dengan peluang kerja dan usaha yang belum terarah.
Sumber daya manusia merupakan faktor penting pembangunan era revolusi industri 4.0. World Economic Forum (WEF) dalam kesimpulannya menemukan bahwa damlam indeks ini rata-rata Negara di dunia hanya menggunakan 62 % potensi dari sumber daya manusianya dan 38 % potensi telah terabaikan. Tercatat dalam data World Economic Forum, bahwa hanya 25 negara saja yang telah memanfaatkan potensi sumber daya manusia hingga 70 %.
Kualitas sumber daya manusia diukur dari tingkat kemampuan soft skill dalam bersaing didunia global. Hal tersebut mendorong pendidikan sebagai salah satu dari program Sustainable Development Goals (SDG) untuk mengembangkan sumber daya manusia di berbagai sektor. Mengingat sumber daya manusia merupakan faktor krusial ditengah era revolusi industri 4.0,maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama soft skill yang menunjang perubahan. Rendahnya kualitas pendidikan berpengaruh pada rendahnya kualitas sumber daya manusia dan generasi milenial. Salah satu faktor pendorong rendahnya kualitas pendidikan adalah lemahnya para pendidik dalam menggali potensi siswa. Para pendidik sering kali memaksa kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki oleh para siswa. Hal ini dibuktikan berdasarkan survei United Nation Educational Scientific and Cultural Oeganization (UNESCO) tahun 2017 yang memaparkan bahwa kualitas guru berada pada peringkat 14 dari 14 negara berkembang.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan menggunakan konsep pendidikan dan pelatihan. Jenis pendidikan dan pelatihan yang dilakukan harus relevan dengan kebutuhan era revolusi industri 4.0. Selain dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pendidikan dan pelatihan juga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktifitas kerja.
Dengan konsep pendidikan dan pelatihan soft skill yang dilakukan berkesinambungan akan menambah kecakapan dan kehandalan (Profesionalisme). Sehingga pada akhirnya nanti akan berpengaruh pada peningkatan produktifitas. Dalam hal ini kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penentu sebagai sarana antisipasi agar masa depan manufaktur Indonesia tidak terdepak dari persaingan.
Konsep pendidikan dan pelatihan menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kemampuan soft skill generasi Indonesia saat ini, dan untuk menjawab semua tantangan era revolusi industri 4.0. Sebuah hasil penelitian dari Harvard University, Amerika Serikat yang mengagetkan dunia pendidikan di Indonesia. Dimana menurut penelitian tersebut, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Bahkan penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesanhanya ditentukan sekitar 20% dengan hard skill dan sisanya 80% dengan soft skill. Hal ini dapat diperkuat sebuah buku berjudul Lesson From The Top karangan Neff dan Citrin (1999)yang memuat sharing dan wawancara terhadap 50 orang tersukses di Amerika, mereka sepakat bahwa yang paling menetukan kesuksesan bukalah keterampilan teknis,melainkan kualitas diri yang termasuk dalam keterampilan lunak (soft skill) atau keterampilan membangun hubungan dengan orang lain (people skills).
Menurut hasil survei majalah Mingguan Tempo tentang keberhasilan seseorang mencapai puncak karirnya karena mereka memiliki karakter, yaitu : meu bekerja keras; kepercayaan diri tinggi; mempunyai visi kedepan; mampu bekerja dalam tim; memiliki kepercayaan yang matan; mampu berfikir analitis; medah beradaptasi; mampu bekerja dalam tekanan; cakap berbahasa asing; dan mampu mengorganisir pekerjaan;.
Jika realitas ini dijadikan sebagai tolok ukur pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia kondisi sebenarnya masih memprihatinka. Pendidikan Indonesia masih berkutat gaya hard skills. Ketidakmampuan dalam memberikan pendidikan soft skill mengakibatkan lulusan hanya pandai menghafal pelajaran dan sedikit memiliki keterampilan ketika sudah berada di lapangan kerja. Mereka akan menjadi mesin karena penguasaan keterampilan tetapi lemah dalam memimpin. Sedangkan era revolusi industri sedang menyuguhkan mesin pengganti manusia untuk meningkatkan produktifitas kerja diberbagai sektor pembangunan negara. Pertanyaannya adalah bagaimana nasib sumber daya manusia Indonesia dalam rentang usia produktif apabila semua produktifitas kerja digantikan oleh mesin?.
Hadirnya automasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktifitas tenaga kerja. Berbagai perusahaan besar dunia bahkan telah menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerja dilini produksinya. Sseperti Amazon, Tesla, Uber, DHL, Adidas, dan Nestle. Di Indonesia, operasional pabrik susu Kicikarang telah menggunakan teknologi robot.
Dibalik manfaat dan percepatan automasi Industri banyak sekali tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Padahal, Indonesia saat ini tengah menikmati periode bonus demografi berkat banyaknya populasi penduduk dalam rentang usia produktif. Booming ketersediaan tenaga kerja yang bersamaan dengan era revolusi industri akan menjadi ancaman nyata bagi Low Skill Workers atau profesi dengan jenis pekerjaan yang repetitif karena dapat dengan mudahnya tergantikan oleh robot.
Profesi yang akan bertahan di era automasi industri antara lain : Industri kreatif, teknologi informasi, professional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jasa konstruksi. Contoh beberapa soft skill yang diperlukan yaitu: kejujuran, tanggung jawab, berlaku adil, kemampuan bekerja sama, kemampuan beradaptasi, kemempuan berkomunikasi, toleransi yang tinggi, hormat terhadap sesama, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif harus dilakukan. Sebab pada dasarnya gaya berfikir siswa tidak dapat diarahkan. Pendidikan dimasa depan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap generasi untuk meningkatkan skill dan kompetensinya agar mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan dengan Learn How To Know, tetapi juga Learn How To Be yang di wujudkan dengan konsep pendidikan soft skill didalamnya. Pada umumnya industri menekankan kebutuhan sumber daya manusia yang bisa terus belajar, cepat beradaptsi, dan melek teknologi.
Dengan adanya revolusi industri 4.0 tersebut maka sebagai masyarakat dan sebagai generasi emas bangsa harus mampu bersaing dengan kecerdasan buatan serta memiliki skill yang berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan soft skill.
Revolusi industri 4.0 ini tengah berlangsung dikehidupan masyarakat dunia saat ini. Jutaan pekerjaan lama pun akan hilang serta jutaan pekerjaan baru pun akan muncul di era ini, maka dari itu generasi milenial harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang sedang berlangsung, agar kita dapat berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Kita harus optimis dalam menyambut era revolusi 4.0 dengan pendidikan dan pelatihan yang mengedepankan soft skill agar kita lebih mudah dalam mengembangkan potensi diri yang dimiliki, sehingga menjadi manusia yang berbudaya dan berkualitas.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Bagaimana kabarnya¿¿
Semoga semuanya selalu d berikan kesehatan jasmani maupun rohani nyaa ya dan selalu ada dalam lindungan Allah swt.
Dan yang hati nya sedang kurang baik semoga lekas membaik.Aamiin Allahumma Aaminn.

Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Melalui Konsep Pendidikan dan Pelatihan Soft Skill di Era Revolusi Industri 4.0.
Kualitas ini sangat penting untuk segala bidang baik dari suatu lembaga ,tenaga kerja dll. Di zaman sekarang kualitas sangat di utamakan apalagi ketika seseorang yang sudah melakukan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dia pasti akan mencari pekerjaan, maka dari itu kulitas kinerja benar-benar sangat di butuhkan , dimana kita juga harus mempunyai skill atau kemapuan yang dapat membuat kita untuk masuk pada suatu lembaga tersebut. Karena tidak mudah untuk bisa masuk pada suatu lembaga atau perusahaan jika kita tidak mempunyai skill yang kompeten. Maka dari itu kualitas sumber daya manusia khususnya masyarakat Indonesia harus lebih baik lagi. Mengingat dari penelitan World Bank (Bank Dunia) mencatat, indeks sumber daya manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia sebesar 0,53 atau peringkat ke-87 dari 157 negara. Berdasarkan laporan HCI Bank Dunia yang diluncurkan dalam Pertemuan Tahunan. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah Indonesia harus meningkatkan kualitas SDM melalui kesehatan dan pendidikan demi daya saing ekonomi yang akan datang.
SDM terdiri dari daya fikir dan daya fisik setiap manusia. SDM pun menjadi faktor utama dalam segala aktivitas yang dilakukan. Peralatan yang canggihpun tanpa adanya SDM tidak akan berarti apa-apa. Daya fikir itu sendiri yaitu kecerdasan yang dibawa dari lahir dan merupakan modal dasar bagi manusia untuk mengembangkan potensi yang dimilliki diri sendiri sehingga lahirlah skill (kecakapan) atau daya fisik yang diperoleh dari usaha (belajar/pendidikan, pelatihan). Adapun yang menjadi tolok ukur kecerdasannya yaitu IQ dan EQ.
Ketika diera modern ini pertumbuhan teknologi semakin pesat namun Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla selama empat tahun terakhir ini identik dengan program pembangunan infrastruktur, namun disisi lain presiden jokowi dodo dalam sejumlah kesempatan juga memastikan komitmen pemerintah untuk penguatan SDM. Seperti saat pidato di hadapan Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2018 lalu, Presiden mengingatkan akan pentingnya pembangunan SDM sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa. Pembangunan SDM, kata Presiden Jokowi, merupakan modal terbesar dan terkuat yang harus dimiliki Indonesia. Perhatian pemerintah dalam pembangunan SDM dimulai dengan peletakan sistem pendidikan yang menguatkan karakter anak didik. Simak saja keberadaan Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter bagi anak didik merupakan refleksi dari komitmen negara untuk menyiapkan pembangunan jiwa bagi anak didik sekolah.
Pendidikan di bagi menjadi tiga yaitu : pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan perguruan tinggi ), yang kedua yaitu pendidikan non formal ( kursus dll), yang ketiga yaitu pendidikan informal (pendidikan di dalam keluarga).
Yang akan di bahas dari ketiga pendidikan ini adalah pendidikan non formal. Pendidikan non formal adalah pendidikan di luar jalur pendidikan formal yang dapat di lakukan secara terstruktur dan berjenjang,fleksibel,berlangsung sepanjang hayat,dan tingkat kompetensi peserta didiknya dapat di setarakan dengan kompetensi pada pendidikan formal.
Pendidikan non formal mempunyai suatu perbedaan dengan pendidikan formal, UNESCO (1972) menjelaskan bahwa pendidikan non formal mempunyai keketatan dan keseragaman yang lebih longgar di banding dengan tingkat keketatan dan keseragaman pendidikan formal.pendidikan non formal memiliki bentuk dan isi program yang bervariasi,sedangkan pendidikan formal pada umumnya memiliki bentuk dan isi program yang seragam untuk setiap satuan,jenis,dan jenjang pendidikan.peserta didik ( warga yang belajar ) dalam program pendidikan non formal tidak memiliki persyaratan ketat sebagaimana persyaratan yang berlaku bagi peserta didik dari pendidikan formal.tanggung jawab dan pembiayaan pendidikan non formal dipikul oleh pihak yang berwenang beda-beda,baik pihak pemerintah,lembaga kemasyarakatan,maupun per orangan yang berminat untuk menyelenggarakan program pendidikan.di pihak lain,tanggung jawab pengelolaan program pendidikan formal pada umumnya berada pada pihak pemerintah dan lembaga yang khusus menyelenggarakan pendidikan persekolahan.dengan demikian,perbedaan antara kedua jalur pendidikan itu terdapat dalam berbagai segi ,baik sistem maupun penyelenggaraannya.
Sebanyak 57% pekerjaan saat ini akan tergerus oleh robot seiring berkembangnya revolusi industri 4.0, pemanfaaatan robot, atau artificial intelligence, atau kecerdasan buatan dalam proses produk manufaktur akan semakin lazim. Yang harus dilakukan milenial sekarang adalah menyesuaikan diri dengan perubahan.
Berdasarkan paparan laporan World Economic Forum (WEF) untuk bisa beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 seorang pekerja harus memiliki kemampuan yang tidak akan bisa dilakukan oleh mesin. Misalnya kemampuan untuk menyelesaikan masalah atau kreatifitas. Softskill adalah kunci, World Economic Forum merilis 10 skills yang mutlak dibutuhkan para pekerja untuk menghadapi perubahan pada 2020 dan seterusnya terutama karena adanya Revolusi Industri 4.0. skills tersebut diantaranya : Pemecahan masalah yang komplek; berfikir kritis; kreatifitas; manajemen manusia; berkoordinasi dengan orang lain; kecerdasan emosional; penilaian dan pengambilan keputusan; berorientasi servis; negosiasi; dan fleksibilitas kognitif.
Menariknya, lebih dari setengah skills tersebut adalah merupakan soft skill. Artinya, soft skill menjadi salah satu faktor paling penting untuk dimiliki sumber daya manusia di masa depan. Untuk itu, generasi milenial yang lahir pada medius (1980-1999) harus mulai mengasah soft skill karena masa depan manufaktur Indonesia berada ditangan mereka. Lembaga pendidikan saat ini tidak hanya membekali anak didiknya dengan pengetahuan dan hard skill, tetapi juga harus mulai melakukan pengembangan soft skill untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 yang sangan bersaingan ketat.
Revolusi industri kini menjadi menjadi perbincangan banyak pihak. Pemerintah, industri, dan perusahaan mengerahkan segala persiapan untuk menghadapinya. Revolusi Industri 4.0 adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan internet saling memengaruhi kehidupan manusia.
Era revolusi industri memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memenuhi tuntutan itu. Perbaikan dan pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan disetiap lembaga secara berkesinambungan perlu dilakukan sejalan dengan dinamika perkembangan revolusi industri 4.0.
Kualitas pendidikan sebagai tolok ukur kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Kualitas sumber daya manusia di Indonesia dilansir masih dibawah rata-rata. World Economic Forum (WEF) melansir laporan global Human Capital Report 2017 dengan mengkaji kualitas-kualitas sumber daya manusia di 130 negara melalui 4 indikator. Salah satu indicator yang menentikan adalah Deployment. Berdasarkan laporan World Economic Forum (WEF) Indonesia berada pada peringkat 82 dunia dengan skor 61,6. World Economic Forum (WEF) menilai berdasarkan pada nilai-nilai penyerapan sumber daya manusia dan tingkat pengangguaran di berbagai jenjang umur cukup tinggi. Hal ini cukup menjadi permasalahan besar bagi Indonesia. Mengingat Indonesia mengalami kondisi bonus demografi saat ini dan pada tahun 2030 mendatang. Pada tahun tersebut usia produktif seseorang mendominasi populasi indonsia tanpa diimbangi dengan peluang kerja dan usaha yang belum terarah.
Sumber daya manusia merupakan faktor penting pembangunan era revolusi industri 4.0. World Economic Forum (WEF) dalam kesimpulannya menemukan bahwa damlam indeks ini rata-rata Negara di dunia hanya menggunakan 62 % potensi dari sumber daya manusianya dan 38 % potensi telah terabaikan. Tercatat dalam data World Economic Forum, bahwa hanya 25 negara saja yang telah memanfaatkan potensi sumber daya manusia hingga 70 %.
Kualitas sumber daya manusia diukur dari tingkat kemampuan soft skill dalam bersaing didunia global. Hal tersebut mendorong pendidikan sebagai salah satu dari program Sustainable Development Goals (SDG) untuk mengembangkan sumber daya manusia di berbagai sektor. Mengingat sumber daya manusia merupakan faktor krusial ditengah era revolusi industri 4.0,maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia terutama soft skill yang menunjang perubahan. Rendahnya kualitas pendidikan berpengaruh pada rendahnya kualitas sumber daya manusia dan generasi milenial. Salah satu faktor pendorong rendahnya kualitas pendidikan adalah lemahnya para pendidik dalam menggali potensi siswa. Para pendidik sering kali memaksa kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang dimiliki oleh para siswa. Hal ini dibuktikan berdasarkan survei United Nation Educational Scientific and Cultural Oeganization (UNESCO) tahun 2017 yang memaparkan bahwa kualitas guru berada pada peringkat 14 dari 14 negara berkembang.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia harus dilakukan menggunakan konsep pendidikan dan pelatihan. Jenis pendidikan dan pelatihan yang dilakukan harus relevan dengan kebutuhan era revolusi industri 4.0. Selain dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui pendidikan dan pelatihan juga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan yang pada akhirnya akan mempengaruhi produktifitas kerja.
Dengan konsep pendidikan dan pelatihan soft skill yang dilakukan berkesinambungan akan menambah kecakapan dan kehandalan (Profesionalisme). Sehingga pada akhirnya nanti akan berpengaruh pada peningkatan produktifitas. Dalam hal ini kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci penentu sebagai sarana antisipasi agar masa depan manufaktur Indonesia tidak terdepak dari persaingan.
Konsep pendidikan dan pelatihan menjadi langkah yang efektif untuk meningkatkan kemampuan soft skill generasi Indonesia saat ini, dan untuk menjawab semua tantangan era revolusi industri 4.0. Sebuah hasil penelitian dari Harvard University, Amerika Serikat yang mengagetkan dunia pendidikan di Indonesia. Dimana menurut penelitian tersebut, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi oleh keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Bahkan penelitian ini mengungkapkan bahwa kesuksesanhanya ditentukan sekitar 20% dengan hard skill dan sisanya 80% dengan soft skill. Hal ini dapat diperkuat sebuah buku berjudul Lesson From The Top karangan Neff dan Citrin (1999)yang memuat sharing dan wawancara terhadap 50 orang tersukses di Amerika, mereka sepakat bahwa yang paling menetukan kesuksesan bukalah keterampilan teknis,melainkan kualitas diri yang termasuk dalam keterampilan lunak (soft skill) atau keterampilan membangun hubungan dengan orang lain (people skills).
Menurut hasil survei majalah Mingguan Tempo tentang keberhasilan seseorang mencapai puncak karirnya karena mereka memiliki karakter, yaitu : meu bekerja keras; kepercayaan diri tinggi; mempunyai visi kedepan; mampu bekerja dalam tim; memiliki kepercayaan yang matan; mampu berfikir analitis; medah beradaptasi; mampu bekerja dalam tekanan; cakap berbahasa asing; dan mampu mengorganisir pekerjaan;.
Jika realitas ini dijadikan sebagai tolok ukur pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia kondisi sebenarnya masih memprihatinka. Pendidikan Indonesia masih berkutat gaya hard skills. Ketidakmampuan dalam memberikan pendidikan soft skill mengakibatkan lulusan hanya pandai menghafal pelajaran dan sedikit memiliki keterampilan ketika sudah berada di lapangan kerja. Mereka akan menjadi mesin karena penguasaan keterampilan tetapi lemah dalam memimpin. Sedangkan era revolusi industri sedang menyuguhkan mesin pengganti manusia untuk meningkatkan produktifitas kerja diberbagai sektor pembangunan negara. Pertanyaannya adalah bagaimana nasib sumber daya manusia Indonesia dalam rentang usia produktif apabila semua produktifitas kerja digantikan oleh mesin?.
Hadirnya automasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktifitas tenaga kerja. Berbagai perusahaan besar dunia bahkan telah menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerja dilini produksinya. Sseperti Amazon, Tesla, Uber, DHL, Adidas, dan Nestle. Di Indonesia, operasional pabrik susu Kicikarang telah menggunakan teknologi robot.
Dibalik manfaat dan percepatan automasi Industri banyak sekali tantangan dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Padahal, Indonesia saat ini tengah menikmati periode bonus demografi berkat banyaknya populasi penduduk dalam rentang usia produktif. Booming ketersediaan tenaga kerja yang bersamaan dengan era revolusi industri akan menjadi ancaman nyata bagi Low Skill Workers atau profesi dengan jenis pekerjaan yang repetitif karena dapat dengan mudahnya tergantikan oleh robot.
Profesi yang akan bertahan di era automasi industri antara lain : Industri kreatif, teknologi informasi, professional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jasa konstruksi. Contoh beberapa soft skill yang diperlukan yaitu: kejujuran, tanggung jawab, berlaku adil, kemampuan bekerja sama, kemampuan beradaptasi, kemempuan berkomunikasi, toleransi yang tinggi, hormat terhadap sesama, kemampuan mengambil keputusan, dan kemampuan memecahkan masalah.
Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk kreatif harus dilakukan. Sebab pada dasarnya gaya berfikir siswa tidak dapat diarahkan. Pendidikan dimasa depan merupakan kebutuhan pokok bagi setiap generasi untuk meningkatkan skill dan kompetensinya agar mampu bersaing di era revolusi industri 4.0. Pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia tidak hanya dilakukan dengan Learn How To Know, tetapi juga Learn How To Be yang di wujudkan dengan konsep pendidikan soft skill didalamnya. Pada umumnya industri menekankan kebutuhan sumber daya manusia yang bisa terus belajar, cepat beradaptsi, dan melek teknologi.
Dengan adanya revolusi industri 4.0 tersebut maka sebagai masyarakat dan sebagai generasi emas bangsa harus mampu bersaing dengan kecerdasan buatan serta memiliki skill yang berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan soft skill.
Revolusi industri 4.0 ini tengah berlangsung dikehidupan masyarakat dunia saat ini. Jutaan pekerjaan lama pun akan hilang serta jutaan pekerjaan baru pun akan muncul di era ini, maka dari itu generasi milenial harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang sedang berlangsung, agar kita dapat berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Kita harus optimis dalam menyambut era revolusi 4.0 dengan pendidikan dan pelatihan yang mengedepankan soft skill agar kita lebih mudah dalam mengembangkan potensi diri yang dimiliki, sehingga menjadi manusia yang berbudaya dan berkualitas.
Wassalamu'alaikum wr.wb
Rabu, 18 September 2019
Teknologi Pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Di Era Revolusi Indutri 4.0
Assalamu'alaikum wr. wb.
Teknologi pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0.
Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran ini adalah dua istilah yangberbeda tetapi saling berkaitan.Teknologi adalah keseluruhan sarana yang di gunakan untuk kelangsungan hidup, dan Pendidikan itu adalah suatu pembelajaran,pelatihan yang di lakukan oleh sekelompok orang. jadi Teknologi Pendidikan itu adalah sarana yang di gunakan oleh suatu lembaga dalam rangka memfasilitasi belajar dan peningktan kinerja melalui penggunaan, pengelolahan proses dan sumber-sumber yang memadai dengan demikian maka suatu lembaga tersebut akan mempunyai kualitas yang sangat tinggi. Menurut AECT 1977 Teknologi Pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu, yang menyangkut orang, prosedur, ide, alat, dan organisasi untuk menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan segala aspek belajar manusia, merancang, melaksanakan, mengevaluasi, serta mengelola pemecahan tersebut.
Dari definisi yang sudah di paparkan maka dapat diidentifikasi bahwa kawasan teknologi pendidikan itu terdiri dari :
Sebanyak 75% pekerjaan saat ini akan tergerus oleh robot seiring dengan berkembangnya revolusi industri 4.0, pemanfaatan robot, atau artifical intelligence, atau kecerdasan buatan dalam proses produk manufaktur akan semakin lazim. yang harus dilakukan oleh milenial sekarang yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan.
Era revolusi industri memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memenuhi tuntutan itu perbaikan dan pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan di setiap lembaga secara berkesinambungan perlu dilakukan sejalan dengan dinamika perkembangan revolusi industri 4.0.
dengan adanya revolusi ini maka peran teknologi pendidikan maupun teknologi pembelajaran ini sangat penting, dengan adanya teknologi tersebut di dalam suatu lembaga pendidikan maka akan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kreatifitas yang tinggi dengan begitu maka mereka akan mampu bersaing dengan kecerdasan buatan.
Dalam menggali potensi yang di miliki oleh para peserta didik peran teknologi ini sangat penting, karena dengannya mampu menjadikan suatu pembelajaran tersebut mudah untuk di pahami oleh para peserta didik. karena salah satu pendorong rendah nya kualitas pendidikan adalah lemahnya para pendidik dalam menggali potensi yang di miliki oleh peserta didik.
para pendidik sering kali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang di miliki oleh para siswa. Hal ini di buktikan berdasarkan survei United Nation Educational Scientific and Cultural Oeganization ( UNESCO ) tahun 2017 yang memaparkan bahwa kualitas guru berada pada peringkat 14 dari 14 negara berkembang.
Booming ketersediaan tenaga kerja yang bersamaan dengan era revolusi indutri akan menjadi ancaman nyata bagi Low Skill Wokers atau profesi dengan jenis pekerjaan yang repetitif karena dapat dengan mudahnya tergantikan oleh robot. profesi yang akan bertahan di era automasi industri antara lain : industrikreatif, teknologi informasi, professional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jasa konstruksi.teknologi dan pendidikan di era revolusi ini akan bertahan,dan dengan demikian maka pendidik harus mampu untuk menjadikan suatu pembelajaran yang menyenangkan, mudah di pahami. agar pembelajaran mudah di pahami maka pendidik ketika menyampaikan materi harus di sertai dengan teknologi.
Semoga bermanfaat.
Mohon maaf jika banyak kesalahan, kekurangan hanya milik saya dan kelebihan hanya milik Allah.
Teknologi pendidikan Dan Teknologi Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0.
Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran ini adalah dua istilah yangberbeda tetapi saling berkaitan.Teknologi adalah keseluruhan sarana yang di gunakan untuk kelangsungan hidup, dan Pendidikan itu adalah suatu pembelajaran,pelatihan yang di lakukan oleh sekelompok orang. jadi Teknologi Pendidikan itu adalah sarana yang di gunakan oleh suatu lembaga dalam rangka memfasilitasi belajar dan peningktan kinerja melalui penggunaan, pengelolahan proses dan sumber-sumber yang memadai dengan demikian maka suatu lembaga tersebut akan mempunyai kualitas yang sangat tinggi. Menurut AECT 1977 Teknologi Pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu, yang menyangkut orang, prosedur, ide, alat, dan organisasi untuk menganalisis masalah-masalah yang berkaitan dengan segala aspek belajar manusia, merancang, melaksanakan, mengevaluasi, serta mengelola pemecahan tersebut.
Dari definisi yang sudah di paparkan maka dapat diidentifikasi bahwa kawasan teknologi pendidikan itu terdiri dari :
- studi.
- fasilitas belajar.
- peningkatan kinerja.
- pengelolaan proses pembelajaran dengan teknologi yang memadai.
Prinsip teknologi pendidikan :
- pendekatan sistem
- berorientasi pada pembelajaran
- pemanfaatan sumber belajar seluas dan semaksimal mungkin.
Sedangkan yang dinamakan dengan pembelajaran itu adalah suatu proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. pembelajaran merupakan bantuan yang di berikan oleh pendidik agar dapat terjadi suatu proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. dengan demikian maka dapat di ambil kesmipulan bahwaa definisi dari teknologi pembelajaran itu adalah suatu sarana yang di gunakan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung untuk menjadikan pembelajaran tersebut epektif dan mudah di pahami oleh para peserta didik, dengan demikian maka pembelajaran akan mendapatkan hasil yang optimal. Menurut Seels & Richey Teknologi Pembelajaran adalah salah satu garapan yang berupaya membantu proses belajar manusia dengan jalan memanfaatkan secara optimal komponen-komponen pembelajaran melalui fungsi pengembangan dan pengelolaan atau suatu bidang kajian khusus ilmu pendidikan dengan objek formal {seperti SD hingga SLTA}, informal {berlangsung dalam lingkup keluarga}, non formal{ yang berlangsung dalam ruang lingkup masyarakat}.karena belajar ini dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, siapa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kebutuhannya.
teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran sangat berperan penting apalagi di era revolusi industri 4.0.
teknologi pendidikan dan teknologi pembelajaran sangat berperan penting apalagi di era revolusi industri 4.0.

Sebanyak 75% pekerjaan saat ini akan tergerus oleh robot seiring dengan berkembangnya revolusi industri 4.0, pemanfaatan robot, atau artifical intelligence, atau kecerdasan buatan dalam proses produk manufaktur akan semakin lazim. yang harus dilakukan oleh milenial sekarang yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan.
Era revolusi industri memberi dampak yang cukup luas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk tuntutan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan untuk memenuhi tuntutan itu perbaikan dan pengembangan sistem penyelenggaraan pendidikan di setiap lembaga secara berkesinambungan perlu dilakukan sejalan dengan dinamika perkembangan revolusi industri 4.0.
dengan adanya revolusi ini maka peran teknologi pendidikan maupun teknologi pembelajaran ini sangat penting, dengan adanya teknologi tersebut di dalam suatu lembaga pendidikan maka akan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kreatifitas yang tinggi dengan begitu maka mereka akan mampu bersaing dengan kecerdasan buatan.
Dalam menggali potensi yang di miliki oleh para peserta didik peran teknologi ini sangat penting, karena dengannya mampu menjadikan suatu pembelajaran tersebut mudah untuk di pahami oleh para peserta didik. karena salah satu pendorong rendah nya kualitas pendidikan adalah lemahnya para pendidik dalam menggali potensi yang di miliki oleh peserta didik.
para pendidik sering kali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang di miliki oleh para siswa. Hal ini di buktikan berdasarkan survei United Nation Educational Scientific and Cultural Oeganization ( UNESCO ) tahun 2017 yang memaparkan bahwa kualitas guru berada pada peringkat 14 dari 14 negara berkembang.
Booming ketersediaan tenaga kerja yang bersamaan dengan era revolusi indutri akan menjadi ancaman nyata bagi Low Skill Wokers atau profesi dengan jenis pekerjaan yang repetitif karena dapat dengan mudahnya tergantikan oleh robot. profesi yang akan bertahan di era automasi industri antara lain : industrikreatif, teknologi informasi, professional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan jasa konstruksi.teknologi dan pendidikan di era revolusi ini akan bertahan,dan dengan demikian maka pendidik harus mampu untuk menjadikan suatu pembelajaran yang menyenangkan, mudah di pahami. agar pembelajaran mudah di pahami maka pendidik ketika menyampaikan materi harus di sertai dengan teknologi.
Semoga bermanfaat.
Mohon maaf jika banyak kesalahan, kekurangan hanya milik saya dan kelebihan hanya milik Allah.
Rabu, 24 Juli 2019
Alat peraga
Assalamualaikum wr.wb.
BOLA MELAYANG💖
Harus lah yaa harus fokus, kan ada orang ganteng ...hehhehe
Ga tau tuh yaa anak siapa,...minta tolong Weh 🤣
Mohon maaf ya jika masih banyak kekurangannya ....
Wassalamu'alaikum wr.wb.
BOLA MELAYANG💖
Hallo bertemu lagi dengan saya Nurul Fadhilah ,jangan bosen yaaa ....hehhehe
Nah untuk kali ini saya akan sedikit memaparkan tentang alat peraga yang dapat mudah di pahami oleh para peserta didik...
Wahh pada penasaran kan...hehhe
Ayooo simak ya bacaannya.
Wahh pada penasaran kan...hehhe
Ayooo simak ya bacaannya.
Bola Melayang adalah salah satu alat peraga yang terdapat di PP Iptek. Bola ini dapat melayang di udara tanpa disentuh tangan manusia karena tekanan udara akan berkurang, apabila kecepatannya bertambah. Tekanan aliran udara dalam lebih rendah daripada udara luar, sehingga bola dapat melayang.
Saat bola menempel pada kumparan, sensor memberitahu sistem peralatan elektronik mengoreksi gaya magnetnya sehingga bola sedikit jatuh. Jika bola jatuh terlalu jauh sensor akan memberitahu untuk memperbesar gaya magnet.
Alat yang diperlukan dalam percobaan ini diantaranya yaitu :
1. Bola
2. Mesin blower angin
Bowler adalah tabung yang berfungsi memberi tekanan udara kepada bola untuk melayang di udara.nah di dalam tabung yang memberikan tekanan udara tersapat sebuah mesin yang di namakan dengan mesin blower angin ini.
Langkah-langkah :
1. tekan tombol ‘On’
2. tempatkanbola di atas blower!
3. gerakan blower ke kanan dan ke kiri!
2. tempatkanbola di atas blower!
3. gerakan blower ke kanan dan ke kiri!
Nah setelah itu kamu dapat menyaksikan bola melayang tanpa disentuh tangan manusia secara langsung.
Penasaran,..pada pengen lihat nih🤭
Nah yang fokus ya nontonnya..Penasaran,..pada pengen lihat nih🤭
Harus lah yaa harus fokus, kan ada orang ganteng ...hehhehe
Ga tau tuh yaa anak siapa,...minta tolong Weh 🤣
Mohon maaf ya jika masih banyak kekurangannya ....
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Minggu, 21 Juli 2019
RPP IPA kelas 5 tema 3 Udara Bersih
Assalamu'alaikum wr.wb.
Hallo,...Gimana nih kabarnya???? Semoga kita semua selalu di berikan kesehatan oleh Allah,dan semoga kita semua selalu ada dalam lindungan dan maghfirah Allah swt. ehhh iyaa yah kan ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak cinta ,tak cinta maka tak sayang. nah maka dari itu kita kenalan dulu yuuu ah...heheh
Belajar,dan Do'a dari orang tua merupakan kunci menuju kesuksesan.
Biodata penulis
Hallo semuanya ,perkenalkan nama saya Nurul Fadilah, saya anak pertama dari empat bersaudara, adik saya yang paling kecil sudah berumur 5 tahun.
Saya Mahasiswi dari Institut Agama Islam Sahid Bogor, jurusan tarbiyah dan keguruan,dengan mengambil prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah semester 2.
Sambil share ilmu aja ya, sebenarnya alasan saya mengambil prodi ini yaitu saya ingin menjadi seorang guru,bukan hanya guru untuk peserta didik saja, tetapi saya pun menginginkan menjadi guru yang terbaik untuk anak saya sendiri suatu saat nanti. Selain itu saya pun ingin memanfaatkan ilmu yang saya dapat dari semua guru-guru saya.karena
خيرالناس انفعهم للناس
"Sebaik-baiknya manusia itu adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain"
Dan Alhamdulillah saya sudah mulai mengajar pada tahun 2018 di SDN Gunung Picung 03. Dengan menjadi guru b.study PAI dan Budi Pekerti. Awal saya mengajar di penuhi dengan hal-hal yang baru, yang selama ini memang saya impikan. Puji syukur kepada Allah swt. Pada awal tahun 2019 saya pun membimbing anak-anak saya untuk mengikuti perlombaan MTQ antar sekolah (02SN) sampai ke tingkat kabupaten. Suatu impian saya terwujud tak luput dari do'a orang tua saya, dimana merekalah yang selalu mensuport saya selama ini, merekalah yang menjadi penyemangat terindah untuk saya. Terimakasih untuk umi dan bapak.
Nah untuk kali ini saya akan membuat RPP tugas dari dosen ibu Hana Lestari M.Pd
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Udara Bersih
Nama Sekolah : SDN Gunung Picung 03
Kelas : V
Tema : 3 Udara bersih
Subtema : hidup sehat
Alokasi waktu : 3 × 4 pelajaran ( 3 pertemuan )
A. Kompetensi Inti
KI-1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
• Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan pada manusia dan hewan.
Indikator
• Membiasakan diri,memelihara kesehatan alat pernapasan.
• Menjelaskan penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia misalnya : terinfeksi oleh kuman,menghirup udara tercemar,dan asap rokok.
• Menjelaskan penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan pada hewan ,misalnya : karena menghirup air yang tercemar.
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• terbiasa Menjaga kesehatannya dan menjaga lingkungan di sekitarnya.
• Memahami arti pentingnya sebuah pernapasan.
• Mampu mengetahui hal apa sajakah yang menjadi penyebab terjadinya gangguan pada pernapasan manusia dan hewan.
D. Materi Pembelajaran
• Paru-paru
• Insang
• Kulit
• Stomata
E. Metode Pembelajaran
• Demonstrasi
• Problem best learning ( guru memberikan pertanyaan terlebih dahulu tentang penyebab gangguan pada pernapasan).
• Cooperative learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media:
Mengamati percobaan secara langsung.
2. Alat:
Ikan, Air bersih, dan air tercemar
3. Sumber Pembelajaran:
Buku paket Tema pegangan Guru SD /Mi kelas V.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pembukaan
• Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa
• Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa. Siswa yang diminta membaca doa adalah siswa siswa yang hari ini datang paling awal. (Menghargai kedisiplikan siswa/PPK).
• Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan menfaatnya bagi tercapainya cita-cita.
• Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya.
• Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.
• Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicara selama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat , cerita inspirasi dan motivasi .
• Sebelum membacakan buku, guru menjelaskan tujuan kegiatan literasi dan mengajak siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
# Apa yang tergambar pada sampul buku.
# Apa judul buku
# Kira-kira ini menceritakan tentang apa
# Pernahkan kamu membaca judul buku seperti ini
Inti
Ayo Membaca
• Siswa membaca teks dan mengamati gambar pada buku siswa sebagai pembuka kegiatan pembelajaran.
• Guru menunjuk dua atau tiga siswa untuk ke depan kelas dan secara bergantian men-ceritakan kembali teks yang telah dibaca.
• Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanya-an pada buku siswa.
• Diskusi dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil atau secara klasikal.
• Diskusi tersebut digunakan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dipelajari.
• Hasil yang Diharapkan:
Sikap rasa ingin tahu siswa tentang topik pembelajaran.
Ayo Mencoba
• Siswa membaca teks tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia dan hewan .
• Siswa membuat bagan/diagram/model tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia dari informasi pada teks bacaan.
• Siswa juga dapat mencari informasi tambahan dari sumber lain.
• Guru menunjuk beberapa siswa untuk depan kelas dan secara bergantian menunjukkan dan menceritakan bagan/diagram/model yang dibuatnya.
• Siswa membaca salah satu teks berita pada Buku Siswa.
• Siswa membuat daftar kosakata baru dari teks bacaan, selanjutnya mencari artinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia lalu menuliskan dalam buku catatannya.
Catatan:
Kuldesak artinya jalan buntu.
Jerebu adalah asap bercampur partikel.
Siswa melengkapi tabel pertanyaan meng-gunakan kata apa, siapa, di mana, bagaima-na, dan mengapa beserta jawabannya dari teks bacaan pada Buku Siswa. Hasil peker-jaan ini dapat saling ditukarkan untuk di-periksa antarsiswa.
Hasil yang Diharapkan:
Sikap cermat dan teliti siswa pada saat membaca teks bacaan.
Pengetahuan tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia.
Keterampilan siswa dalam menuliskan informasi yang mereka temukan dari teks bacaan.
Keterampilan siswa membuat bagan/diagram/model tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia.
Penutupan
• Siswa mampu mengemukan hasil belajar hari ini.
• Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.
• Siswa diberikan kesempatan berbicara /bertanya dan menambahkan informasi dari siswa lainnya..
• Penugasan dirumah
• Untuk mengoptimalkan kerja sama, siswa dapat berbagai peran dan tugas dengan orang tuanya.
• Menyanyikan salah satu lagu daerah untuk menumbuhkan nasionalisme, persatuan, dan toleransi.
• Salam dan doa penutup di pimpin oleh salah satu siswa.
H. Penilaian
Pada bagian “Ayo Berlatih,” guru melakukan penilaian terhadap peserta didik.
Perhitungan Perolehan Nilai Pengetahuan
Nilai akhir yang diperoleh peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai untuk setiap soal yang dijawab.
Contoh:
Jika peserta didik pada:
• soal pertama memperoleh nilai 23;
• soal kedua memperoleh nilai 14;
• soal ketiga memperoleh nilai 18;
• soal keempat memperoleh nilai 18; dan
• soal kelima memperoleh nilai 14.
Maka total perolehan nilainya adalah: 23+14+18+18+14= 87. Selanjutnya, nilai 87 tersebut dikonversikan ke skala 4 (yang telah ditetapkan dalam kurikulum 2013), yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai yang di peroleh × 4 ÷ Nilai maksimal =....
11 × 4 ÷ 16 = 2,75 (B)
Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar karena sudah diatas 2,67 yang merupakan nilai minimal untuk ketuntasan belajar sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbud No.104 Tahun 2014 tentang Penilaian.
Catatan :
• Guru dapat mengembangkan instrument penilaian sesuai dengan kebutuhan.
• Guru diharapkan memiliki catatan sikap atau nilai-nilai karakter yang dimiliki peserta didik selama dalam proses pembelajaran.
I. Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, bagi peserta didik yang sudah menguasai materi, diminta mengidenti!kasi lebih lanjut berbagai fenomena alam atau perilaku manusia lainnya yang mencermin kan menjaga lingkungan di sekitarnya agar udara yang di hirup pun bersih dan tidak akan menjadi penyakit.
J. Remidial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar (KB) pada kurun waktu yang telah ditentukan, guru terlebih mengidentifikasi hal-hal yang belum dikuasai. Berdasarkan hasil identifikasi, peserta didik kembali mempelajari hal-hal yang belum dikuasai dengan bimbingan guru, dan melakukan penilaian kembali. Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang disesuaikan, misalnya 30 menit setelah jam pulang
K. Interaksi Guru dan Orang Tua
Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Ayo, Berlatih” dalam buku teks kepada orangtua dan orangtua memberikan komentar serta paraf. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orangtua atau komunikasi langsung dengan orangtua untuk mengamati perilaku peserta didik. Misalnya, orangtua diminta mengamati apakah peserta didik memperlihatkan kebiasaan dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
Hallo,...Gimana nih kabarnya???? Semoga kita semua selalu di berikan kesehatan oleh Allah,dan semoga kita semua selalu ada dalam lindungan dan maghfirah Allah swt. ehhh iyaa yah kan ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak cinta ,tak cinta maka tak sayang. nah maka dari itu kita kenalan dulu yuuu ah...heheh
Belajar,dan Do'a dari orang tua merupakan kunci menuju kesuksesan.
Biodata penulis
Hallo semuanya ,perkenalkan nama saya Nurul Fadilah, saya anak pertama dari empat bersaudara, adik saya yang paling kecil sudah berumur 5 tahun.
Saya Mahasiswi dari Institut Agama Islam Sahid Bogor, jurusan tarbiyah dan keguruan,dengan mengambil prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah semester 2.
Sambil share ilmu aja ya, sebenarnya alasan saya mengambil prodi ini yaitu saya ingin menjadi seorang guru,bukan hanya guru untuk peserta didik saja, tetapi saya pun menginginkan menjadi guru yang terbaik untuk anak saya sendiri suatu saat nanti. Selain itu saya pun ingin memanfaatkan ilmu yang saya dapat dari semua guru-guru saya.karena
خيرالناس انفعهم للناس
"Sebaik-baiknya manusia itu adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain"
Dan Alhamdulillah saya sudah mulai mengajar pada tahun 2018 di SDN Gunung Picung 03. Dengan menjadi guru b.study PAI dan Budi Pekerti. Awal saya mengajar di penuhi dengan hal-hal yang baru, yang selama ini memang saya impikan. Puji syukur kepada Allah swt. Pada awal tahun 2019 saya pun membimbing anak-anak saya untuk mengikuti perlombaan MTQ antar sekolah (02SN) sampai ke tingkat kabupaten. Suatu impian saya terwujud tak luput dari do'a orang tua saya, dimana merekalah yang selalu mensuport saya selama ini, merekalah yang menjadi penyemangat terindah untuk saya. Terimakasih untuk umi dan bapak.
Nah untuk kali ini saya akan membuat RPP tugas dari dosen ibu Hana Lestari M.Pd
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)
Udara Bersih
Nama Sekolah : SDN Gunung Picung 03
Kelas : V
Tema : 3 Udara bersih
Subtema : hidup sehat
Alokasi waktu : 3 × 4 pelajaran ( 3 pertemuan )
A. Kompetensi Inti
KI-1 Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.
KI-2 Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru
KI-3 Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah dan di sekolah
KI-4 Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
• Mengidentifikasi fungsi organ pernapasan pada manusia dan hewan.
Indikator
• Membiasakan diri,memelihara kesehatan alat pernapasan.
• Menjelaskan penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia misalnya : terinfeksi oleh kuman,menghirup udara tercemar,dan asap rokok.
• Menjelaskan penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan pada hewan ,misalnya : karena menghirup air yang tercemar.
C. Tujuan Pembelajaran
Peserta didik dapat:
• terbiasa Menjaga kesehatannya dan menjaga lingkungan di sekitarnya.
• Memahami arti pentingnya sebuah pernapasan.
• Mampu mengetahui hal apa sajakah yang menjadi penyebab terjadinya gangguan pada pernapasan manusia dan hewan.
D. Materi Pembelajaran
• Paru-paru
• Insang
• Kulit
• Stomata
E. Metode Pembelajaran
• Demonstrasi
• Problem best learning ( guru memberikan pertanyaan terlebih dahulu tentang penyebab gangguan pada pernapasan).
• Cooperative learning
F. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Media:
Mengamati percobaan secara langsung.
2. Alat:
Ikan, Air bersih, dan air tercemar
3. Sumber Pembelajaran:
Buku paket Tema pegangan Guru SD /Mi kelas V.
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pembukaan
• Kelas dimulai dengan dibuka dengan salam, menanyakan kabar dan mengecek kehadiran siswa
• Kelas dilanjutkan dengan doa dipimpin oleh salah seorang siswa. Siswa yang diminta membaca doa adalah siswa siswa yang hari ini datang paling awal. (Menghargai kedisiplikan siswa/PPK).
• Siswa diingatkan untuk selalu mengutamakan sikap disiplin setiap saat dan menfaatnya bagi tercapainya cita-cita.
• Menyanyikan lagu Garuda Pancasila atau lagu nasional lainnya.
• Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menanamkan semangat Nasionalisme.
• Pembiasaan membaca/ menulis/ mendengarkan/ berbicara selama 15-20 menit materi non pelajaran seperti tokoh dunia, kesehatan, kebersihan, makanan/minuman sehat , cerita inspirasi dan motivasi .
• Sebelum membacakan buku, guru menjelaskan tujuan kegiatan literasi dan mengajak siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
# Apa yang tergambar pada sampul buku.
# Apa judul buku
# Kira-kira ini menceritakan tentang apa
# Pernahkan kamu membaca judul buku seperti ini
Inti
Ayo Membaca
• Siswa membaca teks dan mengamati gambar pada buku siswa sebagai pembuka kegiatan pembelajaran.
• Guru menunjuk dua atau tiga siswa untuk ke depan kelas dan secara bergantian men-ceritakan kembali teks yang telah dibaca.
• Siswa mendiskusikan pertanyaan-pertanya-an pada buku siswa.
• Diskusi dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok kecil atau secara klasikal.
• Diskusi tersebut digunakan untuk menstimulus rasa ingin tahu siswa tentang topik yang akan dipelajari.
• Hasil yang Diharapkan:
Sikap rasa ingin tahu siswa tentang topik pembelajaran.
Ayo Mencoba
• Siswa membaca teks tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia dan hewan .
• Siswa membuat bagan/diagram/model tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia dari informasi pada teks bacaan.
• Siswa juga dapat mencari informasi tambahan dari sumber lain.
• Guru menunjuk beberapa siswa untuk depan kelas dan secara bergantian menunjukkan dan menceritakan bagan/diagram/model yang dibuatnya.
• Siswa membaca salah satu teks berita pada Buku Siswa.
• Siswa membuat daftar kosakata baru dari teks bacaan, selanjutnya mencari artinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia lalu menuliskan dalam buku catatannya.
Catatan:
Kuldesak artinya jalan buntu.
Jerebu adalah asap bercampur partikel.
Siswa melengkapi tabel pertanyaan meng-gunakan kata apa, siapa, di mana, bagaima-na, dan mengapa beserta jawabannya dari teks bacaan pada Buku Siswa. Hasil peker-jaan ini dapat saling ditukarkan untuk di-periksa antarsiswa.
Hasil yang Diharapkan:
Sikap cermat dan teliti siswa pada saat membaca teks bacaan.
Pengetahuan tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia.
Keterampilan siswa dalam menuliskan informasi yang mereka temukan dari teks bacaan.
Keterampilan siswa membuat bagan/diagram/model tentang penyebab terjadinya gangguan pada alat pernapasan manusia.
Penutupan
• Siswa mampu mengemukan hasil belajar hari ini.
• Guru memberikan penguatan dan kesimpulan.
• Siswa diberikan kesempatan berbicara /bertanya dan menambahkan informasi dari siswa lainnya..
• Penugasan dirumah
• Untuk mengoptimalkan kerja sama, siswa dapat berbagai peran dan tugas dengan orang tuanya.
• Menyanyikan salah satu lagu daerah untuk menumbuhkan nasionalisme, persatuan, dan toleransi.
• Salam dan doa penutup di pimpin oleh salah satu siswa.
H. Penilaian
Pada bagian “Ayo Berlatih,” guru melakukan penilaian terhadap peserta didik.
Perhitungan Perolehan Nilai Pengetahuan
Nilai akhir yang diperoleh peserta didik merupakan akumulasi perolehan nilai untuk setiap soal yang dijawab.
Contoh:
Jika peserta didik pada:
• soal pertama memperoleh nilai 23;
• soal kedua memperoleh nilai 14;
• soal ketiga memperoleh nilai 18;
• soal keempat memperoleh nilai 18; dan
• soal kelima memperoleh nilai 14.
Maka total perolehan nilainya adalah: 23+14+18+18+14= 87. Selanjutnya, nilai 87 tersebut dikonversikan ke skala 4 (yang telah ditetapkan dalam kurikulum 2013), yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Nilai yang di peroleh × 4 ÷ Nilai maksimal =....
11 × 4 ÷ 16 = 2,75 (B)
Perolehan nilai tersebut menunjukkan bahwa peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar karena sudah diatas 2,67 yang merupakan nilai minimal untuk ketuntasan belajar sebagaimana ditetapkan dalam Permendikbud No.104 Tahun 2014 tentang Penilaian.
Catatan :
• Guru dapat mengembangkan instrument penilaian sesuai dengan kebutuhan.
• Guru diharapkan memiliki catatan sikap atau nilai-nilai karakter yang dimiliki peserta didik selama dalam proses pembelajaran.
I. Pengayaan
Dalam kegiatan pembelajaran, bagi peserta didik yang sudah menguasai materi, diminta mengidenti!kasi lebih lanjut berbagai fenomena alam atau perilaku manusia lainnya yang mencermin kan menjaga lingkungan di sekitarnya agar udara yang di hirup pun bersih dan tidak akan menjadi penyakit.
J. Remidial
Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar (KB) pada kurun waktu yang telah ditentukan, guru terlebih mengidentifikasi hal-hal yang belum dikuasai. Berdasarkan hasil identifikasi, peserta didik kembali mempelajari hal-hal yang belum dikuasai dengan bimbingan guru, dan melakukan penilaian kembali. Pelaksanaan remedial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang disesuaikan, misalnya 30 menit setelah jam pulang
K. Interaksi Guru dan Orang Tua
Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Ayo, Berlatih” dalam buku teks kepada orangtua dan orangtua memberikan komentar serta paraf. Dapat juga dilakukan dengan menggunakan buku penghubung guru dan orangtua atau komunikasi langsung dengan orangtua untuk mengamati perilaku peserta didik. Misalnya, orangtua diminta mengamati apakah peserta didik memperlihatkan kebiasaan dalam menjaga lingkungan di sekitarnya.
Langganan:
Postingan (Atom)



